Sabtu, 01 Agustus 2009

Seismik


Seismologi secara umum merupakan ilmu yang mempelajari gempa bumi. Dari gelombang gempa bumi yang terekam para ahli dapat menyimpulkan penyebab terjadinya tempat/lokasi asalnya, kekuatannya, jenisnya, serta sifat-sifat atau perilakunya. Bahkan dari gelombang gempa tersebut dapat dipelajari struktur bagian dalam dari bumi kita (Oldham, 1906 ; Lehmann, 1936).

Metode seismik sampai saat ini merupakan teknik geofisika yang sangat penting, hal ini terlihat dari segi pengeluaran biaya dan pemakaian tenaga ahli geofisika terbesar di dunia. Keunggulan metode seimik terletak pada tingkat akurasi yang tinggi, resolusi tinggi, dan penetrasi yang dalam. Metode seismik pada prinsipnya digunakan untuk eksplorasi minyak bumi dan gas, informasi seismik menjadi modal penting dalam penentuan lokasi pemboran.

Sebagaimana diketahui bahwa metode seimik eksplorasi memanfaatkan gelombang seismik untuk memetakan struktur geologi bawah permukaan. Gelombang seismik dikirim ke dalam formasi batuan, kemudian diukur waktu penjalarannya dari sumber ke perekam. Data berupa sinyal-sinyal seismik biasanya terekam secara digital dalam pita magnetik sehingga dapat diolah dengan komputer guna meningkatkan kualitas sinyal, mengeluarkan informasi-informasi yang signifikan, dan menampilkannya untuk interpretasi geologi.

Kegiatan seismik eksplorasi dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu pengambilan data (acquisition data), pengolahan data (processing data) dan interpretasi (interpretation). Berdasarkan kemajuan teknologi, perkembangan seismik eksplorasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik di dalam kegiatan akuisisi, pengolahan data maupun interpretasi sehingga didapat hasil yang lebih akurat dan optimal.

Pengolahan data seismik bertujuan untuk menghasilkan penampang seismik dengan S/N (signal to noise ration) yang tinggi. Pengolahan data ini akan memberikan dampak pada proses selanjutnya, artinya jika pada tahapan pengolahan data tidak benar maka hasil yang diperoleh adalah tampilan penampang seismik yang kurang baik.

Dalam kegiatan seismologi eksplorasi ini terdapat suatu metode seismik, yaitu metode seismik refleksi yang merupakan satu diantara berbagai metode yang sering dipergunakan oleh perusahaan minyak dan gas bumi untuk mengetahui atau mencari reservoir suatu hidrokarbon. Metode seismik merupakan kegiatan yang meliputi tiga tahapan , yaitu pengambilan data, pengolahan data, dan interpretasi.

Yang mana penjelasan dari 3 tahapan tersebut, yaitu:

  1. Akuisisi data

Akuisisi data seismik adalah kegiatan untuk memperoleh data seismik yang meliputi pembangkitan sumber energi, penempatan grup geophone sebagai penerima sinyal, perekaman, dan kegiatan-kegiatan pendukung lainnya. Mencakup seluruh kegiatan mulai persiapan, pengukuran di lapangan dengan berbagai teknik hingga diperoleh data yang biasanya disimpan atau direkam dalam pita magnetik (tape), cartridge atau media lainnya.

  1. Pengolahan data

Yaitu seluruh kegiatan mulai dari bagaimana pita magnetik dibaca, diatur kembali pada aturan yang sesuai, dilakukan berbagai koreksi, diolah sehingga tercapai tujuan utama dari pengolahan data seismik, yaitu menghasilkan penampang seismik yang memiliki rasio sinyal/noise yang tinggi, serta peningkatan mutu resolusi lateral vertikal.

  1. Interpretasi

Berupa tahapan untuk memperoleh gambaran geologi bawah permukaan dari data seismik. Dari berbagai gambaran bidang pemantul yang ada, berbagai horison akan digambarkan, selanjutnya dapat dipetakan maupun dibuat berbagai penampang sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat memperoleh gambaran bawah permukaan (kondisi geologisnya). Hasil ini akan memandu daerah yang diduga mengandung jebakan hidrokarbon.


1 komentar: